Writing

7 Cara Agar Tetap Produktif dalam Menulis

Menulis buku, novel, skripsi, apapun itu. Semuanya membutuhkan energi yang ekstra. Kuncinya ada pada diri si penulis, dan lingkunga sekitarnya.

· 3 min read >
Tips Agar Produktif dalam Menulis

Salah satu tantangan terbesar dari seorang penulis, selain mengambil langkah pertamanya, adalah untuk terus produktif dan konsisten dalam menulis. Entah itu penulis pemula, atau bahkan penulis profesional sekalipun. Faktanya, lingkungan kita selalu menyuguhkan setidaknya sepuluh alasan untuk berhenti menulis dan mencampakkan tulisan-tulisan kita.

Entah itu cuaca yang tiba-tiba menjadi gerah, kondisi rumah yang terlihat seperti kapal pecah, istri atau suami yang marah-marah, urusan mendadak yang membuatmu sangat lelah, hingga berbagai kondisi yang tetiba membuat anda jengah. Semuanya, seolah-olah tengah terlibat dalam persekongkolan jahat untuk mencegah anda menulis.

Apapun yang sedang anda tulis dan kerjakan. Entah itu skripsi, tesis, jurnal, cerpen, atau bahkan novel, kendala-kendala tersebut akan terus ada dan menghantui hari-hari anda. Demi tujuan dan mimpi yang telah kita patri, anda harus mengerjakan tulisan anda bagaimanapun situasinya.

Beberapa tips berikut, mungkin dapat membantu anda untuk terus produktif dalam menulis. Mengabaikan berbagai kendala dan rintangan yang menghadang dari keseharian. Kunci untuk tetap produktif dalam menulis adalah konsisten dan sabar dalam menjalani setiap proses yang ada.

1. Pasang Target dan Disiplin

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh seorang penulis, khususnya penulis pemula adalah inkonsisten dalam berkarya. Bahkan bagi saya, sangat sulit untuk menentukan rata-rata berapa patah kata yang bisa saya hasilkan dalam sehari.

Hal tersebut, tidak lain adalah disebabkan karena kita menulis berdasarkan suasana hati kita, atau apa yang sering disebut mood. Sehingga, kita tidak benar-benar bisa menilai atau melakukan evaluasi atas kemampuan, kinerja dan produktivitas kita yang sesungguhnya.

Menunggu mood menulis sepertihalnya menunggu jodoh. Ia tidak akan datang sebelum kita yang benar-benar menjemputnya.

Kreta Amura

Meskipun menulis membutuhkan energi dan mood yang baik, anda harus belajar untuk tegas pada diri sendiri. Jika tidak, suatu saat anda akan mendapati diri hanya berjalan di tempat dan tidak kemana-kamana. Memasang target perhari, dan disiplin dengan target yang anda tentukan dapat membantu untuk bisa konsisten dalam menulis. Setidaknya, anda telah membuka jalan untuk membiasakan menulis menjadi sebuah rutinitas dan memulai hidup sebagai seorang penulis yang produktif.

2. Keluar dari Zona Nyaman

Berada di tempat yang kita sukai, atau dikelilingi oleh hal-hal yang membuat kita bahagia, dapat meningkatkan mood kita untuk menulis. Sehingga, berada dalam zona nyaman seolah memuat kamu dapat lebih produktif.

Akan tetapi, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Faktanya, anda tidak akan selalu berada atau dekat dengan tempat kesukaan dan suasana yang mendukung. Bagaimanapun juga, hidup anda terkadang tidak berjalan sesederhana itu. Sehingga memiliki pemikiran seperti itu justru akan membatasi produktivitas anda.

Jika mood anda sedang baik, mulailah melatih diri dan sedini mungkin terbiasa menulis dalam suasana yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya. Saat sedang mengantri di rumah sakit, di dalam stasiun, atau bahkan saat berada dalam perjalanan. Terbiasa bekerja pada lingkungan yang tak biasa akan membantu anda dalam menjaga performa, serta senantiasa produktif kapanpun dan dimanapun anda berada.

3. Temukan Circle yang Tepat

Sadar atau tidak, lingkungan dapat sangat berpengaruh terhadap produktifitas anda. Sedini mungkin, anda harus mengajukan beberapa pertanyaan pada diri anda, terkait orang-orang yang berada di sekitar anda. Apakah mereka membantu memotivasi anda secara langsung atau tidak langsung dalam pekerjaan anda?

Jika iya, gali kembali bagaimana mereka bisa memotivasi dan membuat anda lebih produktif dari apa yang selama ini kalian, sadar atau tidak sadar, lakukan bersama. Jika tidak, sayangnya, anda harus memikirkan untuk memodifikasi circle pertemanan anda. Baik dengan cara mendorong mereka untuk melakukan hal-hal positif bersama, maupun merubah circle pertemanan anda secara keseluruhan.

Berinteraksi dengan orang-orang yang bekerja dengan cara yang sama akan membantu anda untuk senantiasa terpacu untuk menghasilkan sebuah karya. Tidak harus sesama penulis seperti anda. Seniman, content creator, dan mereka yang bekerja di industri kreatif merupakan pilihan terbaik, orang-orang yang seharusnya berada dalam circle pertemanan anda.

4. Catat Inspirasi yang Datang

Sering kali, ide-ide gila bermunculan di waktu dan tempat yang tidak biasa. Anda tidak bisa, dan tidak seharusnya bergantung pada ingatan. Bagaimanapun juga, berbagai kejadian dan kesibukan mungkin akan membuat inspirasi hilang secepat ia datang. Nyatanya, inspirasi yang anda dapatkan belum tentu kembali menyapa di waktu berlainan.

Oleh karenanya, selalu bawa buku saku kecil dan bulpoin untuk mencatat inspirasi yang datang sebelum menguap bersama dengan ingatan. Anda juga bisa menggunakan fitur notepad pada ponsel atau gadget yang selalu anda bawa. Jika ingin lebih praktis, cukup rekam suara anda untuk diperdengarkan di waktu yang berlainan.

Setelah memastikan anda mencatat semua yang anda butuhkan, jangan biarkan catatan-catatan tersebut berlalu oleh waktu. Jika terlalu lama dibiarkan, bahkan ingatan pun akan melupakan pokok-pokok penting meskipun telah dituangkan dalam bentuk catatan. Kecuali, catatan yang anda torehkan mencakup penjelasan mendetil tentang ide yang ingin anda tuliskan.

5. Tahu Kapan Jadi Editor

Menghasilkan sebuah karya tanpa cela, merupakan keinginan semua seniman, termasuk penulis. Tidak jarang, dalam lima menit sekali, kita dapat membaca ulang tulisan kita, meskipun apa yang kita hasilkan dalam waktu yang sama tidak seberapa.

Perilaku tersebut, bagaimanapun juga sangat manusiawi.

Akan tetapi, banyak penulis yang terjebak dengan kebiasaan tersebut, hingga tanpa sadar telah kehilangan momentum berharga untuk mengurai inspirasi dan ide baru yang mungkin hanya datang sekali.

Akibatnya, satu dua jam terlewati hanya untuk menekuri satu dua paragraf yang sama, dan tidak seberapa. Idealnya, anda harus tahu kapan harus menjadi seorang penulis, dan kapan harus menjadi seorang editor. Menjalankan kedua peran secara bersamaan tidak akan membawa hasil yang signifikan. Malahan, itu akan sangat menghambat kinerja anda. Biarkan naluri penulis anda bekerja hingga tulisan benar-benar tuntas. Setelahnya, serahkan pada secuil kecermatan yang anda miliki pada diri anda.

6. Beri Jeda untuk Membaca

Menulis dan membaca merupakan dua hal yang berbeda, namun sangat berkaitan. Membaca melibatkan proses untuk mengurai kata, sementara menulis melibatkan proses untuk merangkainya. Keduanya merupakan proses yang saling mendukung. Seorang penulis yang besar, bagaimanapun juga merupakan pembaca yang baik.

Jika kamu mendapatkan kesulitan dalam menulis atau mencari inspirasi, mungkin sebuah buku referensi dapat membantumu memantiknya. Bisa jadi, kesulitanmu selama ini adalah terlalu percaya pada diri sendiri, lupa bahwa beberapa buku yang teronggok di rak mungkin dapat membantu.

Beri jeda untuk membaca. Entah itu referensi, atau hanya sekadar bacaan ringan. Dengan membaca buku yang kita suka, syukur-syukur berkaitan dengan apa yang anda tulis, setidaknya akan membantu dalam memberikan prespektif baru, sekaligus suasana hati yang lebih mendukung.

7. Jangan Lupa Bahagia

Meskipun berangkat dari hobi dan suatu kegemaran, seringkali, menulis juga bisa menjadi begitu menjenuhkan. Saat anda seolah merasa tertekan, sedangkan inspirasi tak kunjung datang, maka itulah saatnya untuk sejenak mengambil jeda dari kepenatan.

Tidak harus pergi ke suatu tempat yang jauh. Selama anda nyaman dan merasa bahagia, apapun bisa anda lakukan. Membaca buku ringan, menonton film, berenang, atau bahkan mengunjungi kerabat dan sahabat yang belum sempat anda temui. Bagaimanapun juga, anda punya kehidupan yang harus anda jalani. Sesekali, tidak masalah untuk mengosongkan jadwal dan pergi berlibur ke suatu tempat, atau mencoba hal baru yang belum sempat anda lakukan karena terlalu terpaku dengan target.

Ilustrasi penulis produktif diambil dan disunting dari neilpatel.com

4 Replies to “7 Cara Agar Tetap Produktif dalam Menulis”

  1. Saya tertegun di poin ke-3, karena menemukan circle pertemanan yang “nyambung” itu cukup sulit kalau di dunia nyata. Beruntunglah saya menemukannya di dunia maya. Mereka pun bisa mendorong produktivitas menulis. Hehe..

    1. True, saya sendiri sempat menjadi seorang yang nerd diantara teman-teman sebaya saya. Dan saya merasa cukup frustasi karena tidak bisa memperbincangkan apa yang saya suka, tentang blog, kepenulisan, dan lain-lain. Akan tetapi saya bersyukur, dari sekian banyak orang yang saya kenal ada satu dua yang memulai upaya serupa, sehingga saya masih bisa berbincang meskipun dipisah oleh jarak.

Leave a Reply to Rosediana Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *