Writing

7 Kiat Menjadi Seorang Penulis Profesional

Seorang "profesional" adalah mereka yang tidak malu untuk mengakui kesalahan, serta bersedia mengambil pelajaran.

· 3 min read >
Tips Agar Profesional dalam Menulis

Sebuah karya yang besar hanya dapat tercipta dari tangan-tangan yang andal. Butuh lebih dari sekadar kecermatan, kedisiplinan, serta kegigihan untuk merubah tangan amatiran menjadi tangan yang penuh dengan keahlian. Hanya dengan tempaan sang waktu, ketiganya dapat menjelma menjadi masa depan.

Menjadi profesional memerlukan pikiran, tenaga, dan waktu yang eksra. Akan tetapi, ada banyak cara yang bisa terapkan untuk mendukung usaha yang kita lakukan. Sehingga, apa yang kita upayakan lebih cepat mengantarkan kita pada tujuan. Menjadi penulis profesional di usia muda? Sungguh mungkin untuk diwujudkan.

Berikut beberapa kiat/tips yang mungkin bisa anda lakukan untuk menjadi seorang penulis profesional. Kuncinya, adalah terus belajar dan konsisten dengan apa yang kita lakukan. Baik saya, maupun anda, mudah-mudahan merupakan salah satunya.

1. Banyak Membaca

Bagi seorang penulis pemula, cara termudah untuk melatih kemampuan menulis ialah dengan membaca karya-karya dari penulis profesional lainnya. Jika kita ingin menghasilkan mahakarya sebagaimana yang dihasilkan oleh Tere Liye, maka kita harus memulainya dengan rajin membaca karya-karya Tere Liye. Logika yang sama dapat berlaku untuk setiap penulis yang ada di dunia ini.

Bagi seorang penulis profesional, bacaan adalah sumber inspirasi. Tidak ada satupun karangan atau tulisan di dunia ini yang benar-benar orisinil. Memperbanyak bacaan dapat memperkaya diksi, serta memberikan lebih banyak pilihan pemecahan atas masalah yang diangkat pada tulisan.

Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung dalam setiap bacaan dapat memberikan anda wawasan, serta sebagai media pendewasaan. Oleh karenanya, saya bisa katakan bahwa tingkat kematangan dan karakter seorang penulis dapat dilihat dari sebanyak dan seperti apa jenis buku yang ia baca.

2. Berpikir Seperti Penulis

Dimanapun dan kapapun, usahakan untuk selalu berpikir seperti seorang penulis. Saat melihat sebuah adegan film, visualisasikan film tersebut sebagaimana ia disajikan dalam bentuk tulisan. Saat membaca buku karya penulis lain, gunakan pikiran anda untuk melihat kelemahan, kelebihan, potensi, serta apapun hal yang bisa dikembangkan sebagai wahana pembelajaran.

Hal tersebut, memang jika dibayangkan akan terasa melelahkan. Bagaimanapun juga, apa yang dibutuhkan hanyalah pembiasaan. Jika anda termasuk orang-orang yang telah melakukannya bahkan tanpa anda sadari sekalipun, maka selamat! Anda telah memiliki bakat alamiah dan potensi besar untuk menjadi seorang penulis profesional.

Namun jika tidak, jangan gegabah berkecil hati. Karena seorang profesional tidak terlahir dari bakat, namun ketekunan dan kedisiplinan. Profesionalitas adalah terminologi yang menggambarkan ketelatenan, sekaligus dedikasi yang tinggi atas suatu bidang ataupun pekerjaan.

3. Cermat pada Detail

Detail terkadang terlihat kecil sehingga kurang begitu diperhatikan. Namun hal-hal besar dimulai dari detail yang kecil, khususnya pada logika yang dibangun dalam sebuah tulisan, kekurangan baik dalam sebagian maupun keseluruhan tulisan, hingga hal teknis seperti typo yang terkadang sangat sukar untuk ditemukan.

Pada umumnya, baik itu keseluruhan tulisan, maupun hal teknis seperti diksi yang dipilih dalam sebuah dekskripsi kejadian, kesemuanya harus mampu diterima sekaligus diperkuat oleh logika yang sederhana. Bahkan dalam penggambaran suatu fenomena pada kisah supranatural, masihlah harus didukung oleh logika yang sistematis.

Kesalahan-kesalahan pada detail cerita, dapat anda temukan dengan melakukan koreksi ulang, lagi dan lagi. Bisa anda lakukan sendiri, namun alangkah lebih baik dilakukan bersama dengan orang yang sangat anda percaya.

4. Tidak Mudah Puas

Cepat puas dengan karya sendiri merupakan salah satu sifat yang harus dihindari jika anda ingin menjadi seorang profesional. Sifat mudah puas dapat menghambat anda untuk melakukan perbaikan, serta inovasi pada karya-karya yang dihasilkan. Membuat karya yang anda ciptakan terkadang terlihat biasa saja atau bahkan buruk di mata orang.

Padahal, banyak sekali hal yang bisa dikembangkan, ataupun dioptimalkan sebelum karya tersebut diterbitkan. Sehingga, hasilnya dapat dikata sebagai buah tangan yang brilian. Dengan tidak mudah puas, berarti anda akan selalu tertantang untuk terus memperbaiki tulisan, memberikan yang terbaik dari apa yang bisa anda hasilkan.

Namun, tidak mudah puas bukan berarti tidak mau bersyukur. Pastikan untuk selalu mengapresiasi diri atas segala progres yang telah kita lakukan untuk menjadi seorang penulis profesional. Hal ini dimaksudkan agar sifat tidak mudah puas kemudian menjelma menjadi tekanan yang justru menghambat kinerja kita.

5. Terus Belajar

Seorang penulis profesional adalah mereka yang tidak malu untuk mengakui kesalahan, serta bersedia mengambil pelajaran. Dengan mengakui kelemahan yang ada pada karya sendiri, anda akan senantiasa terpacu untuk terus belajar dalam rangka memperbaiki diri dan mengembangkan potensi.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara yang paling sederhana, yaitu membuka kembali kamus dan buku panduan kepenulisan. Anda juga bisa menggunakan materi bebas yang tersedia di internet, berpartisipasi pada seminar online, berkonsultasi dengan penulis lain, bahkan dengan cara menghadiri kelas menulis secara langsung.

Membaca karya penulis lain pun dalam hal ini dapat dikatakan proses belajar. Membandingkan gaya dan model kepenulisan, menganalisis muatan positif dan negatif, serta menduplikasi nilai serta unsur yang belum ada pada karya yang kita hasilkan merupakan proses belajar yang sesungguhnya dalam bidang kepenulisan. Jadi, ada banyak cara bagi seorang penulis untuk belajar dan mengembangkan dirinya.

6. Terbuka dengan Usulan

Memang, tidak semua kritik selalu dilanjutkan dengan usulan. Akan tetapi, setidaknya dari sana, kita bisa menakar berbagai perbaikan yang karya kita butuhkan. Pada konteks ini, pendapat, gagasan, dan kritik dari orang lain mutlak kita butuhkan. Mereka dapat membantu melihat karya dari sudut pandang yang selama ini tidak pernah anda pikirkan.

Akan tetapi, banyak juga penulis pemula yang justru terjebak dengan kritik, sehingga berujung pada kondisi yang kontra-produktif. Apa yang perlu ditegaskan dalam hal ini adalah, bahwa tidak semua gagasan, pendapat, kritik dari orang lain mutlak harus anda akomodir.

Sederhananya, anda adalah pemilik dari karya yang sesungguhnya. Anda lah yang mengerti dan memahami, sejauh mana sebuah usulan dapat diaplikasikan. Alih-alih membuat orang lain senang, rangkaian perbaikan yang anda lakukan sesungguhnya tidak lebih demi kesempurnaan karya anda nantinya.

7. Konsisten dan Tidak Mudah Menyerah

Satu-satunya cara untuk bisa menjadi seorang profesional adalah dengan konsisten menggeluti bidang yang diidamkan.

Oleh karenanya, menjadi seorang penulis profesional bukan perkara yang mudah, bahkan membutuhkan proses yang panjang. Turut serta menuntut konsistensi, semangat, serta tekad untuk tidak mudah menyerah.

Banyak penulis pemula yang gagal, lantaran tidak cukup yakin bahwa apa yang mereka lakukan suatu saat akan berbuah kesuksesan. Faktanya, profesi penulis ataupun tulisan bukanlah sesuatu yang akan dihargai ketika anda melakukannya, atau baru memulainya. Mereka hanya akan dihargai ketika seluruh proses dan tahapan kepenulisan telah dilakukan. Padahal, rangkaian tahapan tersebut tidak jarang memakan waktu yang panjang.

Setiap penulis pernah merasakan suatu masa dimana apa yang sedang ia jalani teramat sangat menjenuhkuan. Cara termudah untuk mengatasinya ialah dengan mengambil jeda, hingga anda siap untuk kembali menggelutinya. Pastikan, jeda yang dimaksud bukanlah jeda dalam kurun waktu yang lama. Insting dan kepiawaian dalam mengolah kata sangat mungkin pudar oleh gerusan waktu.

Ilustrasi money rain diambil dan disunting dari istockphoto.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *