Books

Resensi Novel Three Dark Crowns karya Kendare Blake

Written by Kreta Amura · 3 min read >
Review Novel Three Dark Crowns Karya Kendare Blake

Books

Resensi Novel Three Dark Crowns karya Kendare Blake

Written by Kreta Amura · 3 min read >

Saya membaca buku ini sekitar dua tahun yang lalu, lama sekali, tapi berkat googling sana sini dan sekilas membaca kembali, saya berhasil mengumpulkan kesan yang saya dapatkan ketika kali pertama membaca novel ini.

Saya sendiri telah menamatkan novel kedua, dan tidak sabar untuk mendapatkan terjemahan novel ketiga, yang merupakan pamungkas dari trilogi ini, yang sayangnya sampai saat ini belum ada kabar burungnya :(.

Sebelum lanjut pada pembahasan yang lebih serius, berikut gambaran umum dari novel pertama Three Dark Crowns karya Kendare Blake.

JudulThree Dark Crowns
PenulisKendare Blake
PenerbitPuspa Populer
CetakanPertama, 2017
GenreFantasi, Petualangan
Halamanvi+458
HargaRp. 80-90.000 (Lupa, wqwq)

Sinopsis

Three Dark Crowns bercerita tentang petualangan 3 (tiga) calon ratu yang ditakdirkan untuk berkompetisi memperebutkan tahta. Ya, mereka adalah saudari kembar tiga yang salah satunya ditakdirkan untuk menduduki takhta Fennbirn, dan harus membunuh dua saudari kandungnya.

Masing-masing memiliki bakat dan kemampuan tersendiri. Katherine Si Peracun yang berasal dari dinasti yang telah memenangi penobatan selama tiga generasi, kebal dari berbagai jenis racun. Mirabella Si Pengendali Elemen yang dapat mengendalikan hujan dan badai. Arsinoe Si Naturalis yang dapat memekarkan bunga selayaknya musim semi.

Tapi, masing-masing juga memiliki sisi gelap, yang sangat dijaga oleh masing-masing pihak. Apakah Para Peracun akan berhasil mempertahankan kekuasannya? atau Para Pendeta lah yang akan merebut kuasa melalui bakat Mirabella yang melegenda? Tentunya kalian tidak boleh melupakan Arsinoe yang ternyata menyimpan kekuatan mengerikan di akhir babak pertempuran.

Juga para pelamar, calon raja, yang ternyata jauh lebih berbahaya. Memainkan tipu muslihat yang menjerat.

Lalu, siapakah yang akan memenangkan takhta dan cukup tega untuk menyingkirkan dua saudarinya?

Latar Belakang dan Jalan Cerita

Novel ini dimulai dengan premis yang sangat menarik. Tiga saudari kandung. Dipisahkan sejak belia, dan ditakdirkan unuk saling membunuh. Begitulah takdir yang mengikat seluruh anak yang lahir dari Rahim Sang Ratu.

Dari world building sendiri, Kendare Blake cukup sukses dalam membuat sebuah dunia baru melalui deskripsi yang sangat detail dan logis. Penulis juga cukup rinci dalam menggambarkan karakter, emosi dan latar dalam beberapa kejadian.

Hal tersebut juga Nampak pada konflik dan ketegangan yang tak tampak antara Para Peracun, Pendeta, dan Naturalis. Namun, sayangnya penggambaran yang sangat detail tanpa adanya konflik dan ketegangan yang memuncak pada bagian awal novel membuat alur ini terasa sangat lambat dan membosankan.

Belum lagi fakta adanya tiga tokoh sentral mengharuskan Kendare Blake harus membagi tiga sudut pandang yang sama rata. Baik dari sudut Katherin dan Para Peracun, Mirabella dan Para Pendeta, serta Arsinoe dan Para Naturalis.

Terkadang, saya ingin melewati bagian Katherine dan Arsinoe karena tidak cukup spektakuler, sebagaimana penulis menggambarkan Mirabella yang telah memiliki kemampuan untuk mengendalikan badai, dan membuat saya seketika mengidolakannya. Setidaknya, di awal permainan sebelum semuanya berubah.

Karakter dan Penokohan

Karena bercerita tentang tiga tokoh utama, berasal dari latar yang berbeda, anda harus siap mengingat banyak detail baik itu penggambaran tiga fraksi yang berbeda beserta dengan budaya dan kebiasaannya, serta tokoh pendukung yang jumlahnya sangat banyak.

Masing-masing memiliki karakter yang berbeda, serta merajut cerita dengan cara yang berbeda. Saya sendiri sampai dibuat pusing dan bingung oleh para pelamar, yang jumlahnya memang banyak dan mereka sering bolak-balik mengunjungi para calon ratu.

Meskipun Kendare Blake mendeskripsikan emosi dan perilaku tiap karakter, khususnya tokoh utama, tapi kita tidak benar-benar tahu apa yang dipikirkan oleh karakter lain, sepertihalnya para pelamar atau tokoh raja, karena pada akhirnya, mereka melakukan penghianatan yang sungguh mengejutkan.

Romansa dan Kisah Cinta

Ditempa untuk bisa selamat dan menjadi pemenang, ketiga calon ratu tidak dibesarkan dengan cukup cinta. Mereka bahkan membenci masing-masing saudarinya, meskipun memiliki sekelumit ingatan Bahagia. Tapi itu dulu, sebelum mereka sadar takdir mereka sungguh kejam.

Kisah cinta pada tokoh utama hanya akan anda dapatkan sekelumit saja di babak akhir dari novel ini. Selebihnya, hanyalah rajutan cinta antara Jules dengan Joseph, seorang pemuda yang di akhir babak menjalin hubungan terlarang dengan salah seorang calon ratu.

Cinta memang rumit. Dan kadang tidak bisa dipahami. Datang begitu saja, tanpa ada yang mengundangnya. Kadang, kehadiran cinta mampu merusak segalanya. Membuat dunia yang sempurna jungkir balik begitu saja.

Setidaknya, seperti itulah penggambaran cinta yang ada pada Novel ini. Cinta yang merusak, dan penuh penghianatan. Banyak kata manis yang dilontarkan oleh para pelamar, namun nyatanya kata-kata itu hanya sampai di bibir saja.

Keunggulan dan Kelemahan

Saya mulai dari kelemahan buku ini. Tempo dari buku ini terlalu membosankan, dan monoton. Hanya berisikan perkelanan tokoh yang sepertinya tidak ada habisnya, deskripsi dan basa basi, serta minim sekali konflik yang menegangkan. Meskipun, akan kita dapati banyak intrik politik didalamnya.

Saya suka bagaimana penulis benar-benar memasukkan emosi ke dalam setiap karakternya, sekaligus membuat pembaca bersimpati kepada para tokoh utamanya. Membuat para pembaca percaya bahwa Katherine adalah pribadi yang menyedihkan, Mirabella yang mengesankan, serta Arsinoe yang menggemaskan dan penyayang. Namun nyatanya, Katherine tidak semenyedihkan itu, dan kepribadiannya malah cenderung mengerikan. Di sisi lain, Mirabella tidak secemerlang yang orang sangka. Sementara itu, Arsinoe, pribadi yang lembut dan penuh kasih sayang, nyatanya mampu menghalalkan segala cara untuk memenangkan takhta. Bagi saya, ini merupakan sesuatu yang mind blowing banget. Belum lagi, kejutan menggemparkan yang Kendare Blake hadirkan pada halaman terakhir buku, sukses membuat saya menjerit dan langsung beranjak ke toko buku untuk membeli sekuelnya, hahaha—ini serius.

Sayangnya, ketegangan, dan semua keseruan yang saya deskripsikan hanya akan anda dapatkan pada 100, atau mungkin 50 halaman terakhir. Jadi, jika anda ingin mendapatkan pengalaman yang utuh dari novel ini, anda harus benar-benar menamatkan novel ini. Saya bertanya-tanya kejutan apa lagi yang akan dihadirkan oleh Kendare Blake pada buku-buku setelahnya.

Siapa yang Harus Membaca Three Dark Crowns

Mereka yan suka kejutan, plot twist, politik, intrik, fantasi, misteri, thriller wajib membaca buku ini. Tentunya, mereka haruslah orang-orang yang super sabar dan teliti, karena novel ini bukan tipe yang page-turning dan banyak menyelipkan detail penting pada hamparan dialog tak berarti. Meskipun bisa dikata cukup membosankan, tapi entah kenapa, magic dari novel ini baru bekerja ketika kita telah menamatkan setiap halamannya. Seperti ada semacam sengatan kesadaran yang membuat kita seketika ‘ber-OOOH!’ ria.

Kesimpulan dan Penilaian

Untuk novel dengan deskripsi yang sangat detil, menghadirkan latar dan tokoh yang sangat beragam, meskipun cenderung membosankan, saya memberikan nilai 4.4/5. Kok bisa seperti itu? Jangan salah sangka, plot twist dan beberapa kejutan di akhir ceritalah yang membuat saya memutuskan bahwa novel ini termasuk salah satu trilogy yang cukup layak untuk diikuti.

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *