Kreta Amura Mulai Menulis Dari Mana

Starting Point untuk Penulis Pemula

Katakanlah anda baru saja membaca sebuah buku, atau novel dan anda begitu terinspirasi untuk sukses sebagaimana penulis buku tersebut sukses membuat anda begitu menikmati cerita. Pertanyaan yang muncul di benak kemudian adalah, dari mana saya harus menulis? Atau bagaimana saya bisa memulainya?

Tanpa kita sadari, sebenarnya ada banyak sekali jalan yang bisa kita ampu untuk bisa mentransformasikan suatu gagasan menjadi sebuah tulisan. Hanya saja, setapak yang ada di hadapan diburamkan oleh ketakutan, kekhawatiran, dan rasa was-was yang mencegah diri untuk membuat suatu terobosan.

Ketakutan, kekhawatiran dan rasa was-was memang sangat wajar menghantui, apalagi bagi seorang penulis pemula yang baru memutuskan untuk memulai menjajak di dunia kepenulisan. Tapi jangan khawatir, berdasarkan pengalaman yang tak seberapa ini, saya akan membantu anda untuk untuk menjawab pertanyaan dan keresahan yang menggelayut di benak anda.

Langsung saja, berikut beberapa tips opsi jalan yang mungkin bisa anda ampu untuk mulai menulis.

1. Mulai dengan Membaca

Cara termudah untuk mulai menulis adalah dengan memiliki ekspektasi, taksiran, serta harapan seperti apa tulisan kita nanti kalau sudah jadi. Hal tersebut hanya dapat anda wujudkan dengan membaca tulisan orang lain. Mengenali mana tulisan yang baik dan anda suka, serta mengenali tulisan buruk dan tidak anda suka.

Selain dapat memberikan garis besar tentang karya yang akan anda telurkan, membaca tulisan orang lain dapat menjadi media pembelajaran jika anda benar-benar mengamati dan berfokus pada setiap struktur dan logika yang dibangun dalam sebuah tulisan. Memperbanyak bacaan, dapat memperkaya pilihan diksi anda.

Akan tetapi, jangan berhenti dengan membaca saja. Sesekali luangkan waktu baik itu untuk menulis apa yang ingin anda tulis, atau melakukan resensi dan review terhadap tulisan yang baru and abaca. Jika anda berangkat dari orang yang memang sedari dulu gemar membaca, maka Selamat! Anda telah memiliki cukup modal untuk memulainya, hanya saja, mungkin anda tidak menyadarinya.

2. Mulai dari yang Termudah

Ada banyak sekali jenis tulisan yang bisa anda buat. Mulai dari sekedar diary, resensi, review, puisi, pantun, cerpen, hingga novel. Dari manapun anda memulainya, sebenarnya terserah saja. Tidak salah jika anda langsung membuat cerpen, atau bahkan novel berseri. Selama anda suka, apa masalahnya?

Tapi jika anda merasa hal tersebut begitu berat, dan menjadi sukar ketika tengah menjalaninya, maka kamu bisa mencoba untuk memulai dari hal termudah. Seperti dengan memiliki sebuah diary, catatan kecil, atau bahkan sekedar catatan belanjaan yang diperpanjang dengan gaya bahasa penuh kiasan.

Jika kita memulai dengan beban yang ringan, tanpa tekanan, kemungkinan kita dapat menjalaninya dengan penuh kebahagiaan. Berbeda jika mengambil porsi dan beban yang berat dalam sekali jalan, yang ada kita malah taubat. Meskipun tidak seberapa, setiap kata yang dirangkai tanpa kita sadari akan melatih kemampuan kita, hingga kita sadar telah memiliki cukup banyak perkembangan dan siap untuk menelurkan karya yang sesungguhnya.

3. Mulai dari yang Anda Suka

Mulai menulis membutuhkan energi yang cukup besar, oleh karenanya harus ada gairah didalamnya. Tanyakan pada diri anda, apa yang anda suka, apa yang membuat anda bersemangat, apa yang membuat anda bergairah? Jika kita telah menemukan apa yang kita suka, dan memutuskan untuk memulainya dari sana, hal tersebut akan lebih mudah.

Saya mengenal seorang sahabat yang kesulitan untuk membaca dan menulis. Keduanya tak lebih dari siksaan berat baginya. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dia tumbuh menjadi pembaca yang baik, dan penulis yang cemerlang. Capaian tersebut hanya bisa ia dapatkan dengan memulainya, dan anda tidak akan menyangka bagaimana dia mulai dari mana.

Bacaan erotis. Dia berhasil memanfaatkan kebutuhan mendasar prianya untuk menyingkirkan halangan dan tekanan dalam memulai langkah pertamanya. Membuatnya sanggup untuk membaca rangkaian kata lainnya, dan berlanjut pada tahapan-tahapan yang lebih setelahnya. Mulai dari penggambaran fantasi terliarnya, berkembang menjadi karya yang begitu luar biasa.  

4. Mulai dari Sekitar Anda

Tulisan yang baik didukung oleh serangkaian riset yang mendalam dan dibumbui oleh pengetahuan baru yang mencerdaskan para pembacanya. Akan tetapi bagi seorang penulis pemula, apalagi mereka yang baru memutuskan untuk memulainya, hal tersebut agak sedikit merepotkan dan menyulitkan.

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memulainya dari apa yang ada di sekeliling kita. Seorang penulis dituntut untuk tahu, dan peka dengan lingkungan sekitarnya. Tidak terbatas pada apa yang kita lihat, namun juga kita dengar. Mulailah menulis dengan setting keseharian kita sendiri.

Selain tidak membutuhkan banyak tenaga untuk melakukan riset, menuliskan apa yang ada disekeliling anda dapat memberikan gambaran sejauh mana tingkat kepekaan dan pengetahuan anda dengan lingkungan sekitar. Dari sana, anda bisa bertanya pada diri anda, sudahkah bekal yang saya miliki cukup untuk menggambarkan lingkungan yang sepenuhnya asing bagi saya?

5. Mulai Sekarang Juga

Terakhir dan yang paling penting, adalah mulai dari sekarang juga. Tidak perlu menunggu aba-aba, cukup mulai saat ini juga. Tanpa kita sadari, ada banyak hal yang bisa anda tulis. Dengarkan panggilan itu, dan laksanakan. Meskipun mulai menulis membutuhkan tenaga ekstra, hal tersebut hanya akan berakhir sebagai wacana jika tidak pernah dipaksa.

Memang, apa yang kita hasilkan mungkin tidak akan lebih dari sampah belaka, mentok sebuah karya yang akan membuat kita sendiri tertawa, sekaligus kecewa. Akan tetapi, dari sanalah semuanya bermula. Serpihan kecil yang tak seberapa, namun cukup berarti sebagai bekal kedepannya. Semua penulis besar bermula seperti anda. Mereka tidak langsung mahir menulis dan merangkai kata. Butuh waktu, pembelajaran, dan kesabaran untuk bisa sampai pada kejayaannya. Apa yang bisa kita lakukan hanya terus belajar, mencoba, dan semua itu hanya bisa dilakukan dengan memulainya. Sekarang juga. Detik ini juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *