Books

Resensi Novel Sang Alkemis Karya Paulo Coelho

· 3 min read >
Resensi Novel Sang Alkemis Paulo Coelho

Books

Resensi Novel Sang Alkemis Karya Paulo Coelho

· 3 min read >

Saya selalu menghindari menghakimi sebuah buku, dan berusaha untuk menyelesaikan apa yang saya baca hingga tuntas. Bahkan meskipun sedari awal buku tersebut cukup membosankan dan menjengkelkan, saya selalu menyimpan harapan pada halaman-halaman terakhir yang mungkin akan mampu memberikan kesan yang berbeda, meskipun kadang tahu akan berakhir dengan kecewa.

Tapi kali ini, saya sangat antusias untuk membahas novel Sang Alkemis. Saya jarang menyimpan ekspektasi pada sebuah buku. Tapi hanya dengan membaca tidak lebih dari seperempat dari seluruh halaman yang ada, saya dapat mengatakan karya Paulo Cohello ini merupakan satu dari karya yang besar. Dari awal narasi kisahnya saja, saya sudah bisa sangat terikat dengan ceritanya. Belum lagi rentetan pembelajaran yang saya dapatkan setiap kali saya membaca lebih dalam.

JudulSang Alkemis
PenulisPaulo Coelho
PenerbitGramedia Pustaka Utama
CetakanKe-25, Juli 2019
GenreFiksi, Fantasi
Halaman216
Harga55.000

Sinopsis

Sang Alkemis menceritakan sebuah kitas petualangan dan perjalanan Santiago, seorang anak gembala yang meninggalkan kampung halaman dan seluruh harta bendanya demi bertualang untuk mencari harta karun yang pada suatu hari diilhamkan melalui mimpinya.

Ada banyak kesulitan dan keputus asaan yang Santiago temukan selama dalam perjalanan. Pada saat yang sama, ia juga dipertemukan dengan beberapa orang jahat, sekaligus orang baik yang merubah keputusan dan cara pandangnya terhadap dunia.

Permasalahan utama yang dihadirkan dalam kisah perjalanan Santiago adalah dilemma antara harus melanjutkan perjalanan demi mimpi yang belum pasti, atau tinggal di tempat yang ia singgahi. Hidup bahagia bersama gembala, barang dagangan, serta cintanya.

Keputusan apa yang akan diambil oleh Santiago, dan mampukah Santiago mendapatkan harta karun yang dulu pernah diilhamkan melalui mimpinya? Baca sendiri agar tahu bagaimana keseruan kisahnya.

Desain Sampul dan Tampilan

Saya tidak bisa mengatakan bahwa desain sampulnya jelek. Tapi saya juga tidak mengatakan bahwa desain sampul tersebut bagus. Hanya saja, untuk buku dengan isi yang sangat inspiratif dan menggugah kesadaran, saya rasa sampulnya kurang menarik dan bahkan cenderung usang.

Menurut saya, sampul yang sekarang sebagaimana saya tampilkan dalam review ini kurang bisa mengimbangi kualitas dari isi buku ini. Jika buku ini dijejalkan dalam setumpuk buku-buku dengan genre lainnya, kemungkinan terburuknya buku ini akan dibaca paling akhir. Padahal, dari berbagai buku sejenis, Sang Alkemis merupakan satu dari karya yang sangat luar biasa.

Gaya bercerita dari Sang Alkemis sangatlah menarik, dan mudah dipahami. Sehingga, mungkin beberapa ilustrasi di pertengahan halaman akan sangat membantu para pembaca di bawah usia. Mengingat konten dari buku ini sebenarnya akan sangat relevan pada remaja menuju dewasa, yang kini tengah menghadapi masalah dan dilemma antara mengikuti kata hati untuk meraih mimpi, atau menceburkan diri dalam rutinitas dan ritual kesibukan dunia yang membosankan.

Ide Cerita, Plot dan Konflik yang Disuguhkan

Permasalahan yang diangkat atau premis dari cerita ini sebenarnya cukup sederhana. Selain itu, alur maju dari cerita ini membuat siapapun dapat mengikuti kisahnya dengan begitu mudah. Anda tidak akan mendapati narasi flash back yang membingungkan, karena memang tidak aka nada flash back dalam kisah Sang Alkemis.

Tokoh-tokoh dari cerita ini juga tidak begitu banyak dan rumit. Masing-masing dihadirkan dengan suatu fokus pada waktu tertentu. Sehingga anda tidak akan dibuat pusing dengan konflik yang rumit. Malahan, saya tidak begitu menemukan konflik yang muluk-muluk dalam novel ini. Kendati demikian, saya bisa mengatakan bahwa ending dari kisah ini membuat saya begitu penasaran hingga begitu terlarut dengan kisahnya.

Cara Bercerita dan Pilihan Kata

Gaya bercerita dari novel ini begitu mengalir, sangat polos dan murni. Tidak seperti novel terjemahan lainnya, kisah yang sederhana membuat setiap pembaca tidak akan menyadari bahwa ini adalah salah satu novel terjemahan. Well, kita patut juga berterimakasih terhadap penerjemahnya yang mungkin memiliki andil besar dalam mewujudkannya.

Dari segi diksi, saya rasa novel ini bukan tipe novel dengan bahasa yang mendayu-dayu. Bahkan diksi yang digunakan sangatlah polos, namun tidak mengganggu. sejauh saya membacanya, saya sayangat menikmatinya.

Keunggulan dan Kelemahan

Hal yang paling saya suka dari novel ini adalah bahwasanya di setiap persinggahan, Santiago selalu mempelajari hal baru dan menemukan suatu keajaiban di sana. Keajaiban yang saya maksud bukan seperti keajaiban pada umumnya, namun lebih pada pembelajaran yang seketika membuat saya terdiam dan merenungi hidup saya sendiri. Bagaimanapun juga, kisah dan pelajaran yang ingin coba disuarakan oleh Paulo Coelho sangatlah relevan dengan diri saya, dan mungkin kebanyakan orang. Tentang dilemma kehidupan, upaya untung mengejar, pilihan hidup serta cinta.

Selain itu, romansa yang dihadirkan dalam novel ini juga tidak terlampau mendominasi. Bahwasanya itu hanya satu dari aspek kehidupan yang harus manusia pikirkan setelah aspek-aspek lainnya, saya sangat suka. Karena memang, hidup ini tidak melulu tentang percintaan, meskipun setiap orang berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi setiap sisi kehidupannya dengan cinta.

Dengan setiap pembelajaran luar biasa yang saya dapatkan dalam perjalanan menuju akhir, secara tidak sadar saya memenuhi pikiran saya dengan harapan-harapan yang melampaui batas. Akan tetapi, sebagaimana apa yang saya baca dan terbesit di pikiran saya, akhir dari kisah ini tidak sebagaimana apa yang saya sangka. Tapi secara keseluruhan, itu tidak begitu mengganggu saya. Bahkan mungkin anda sebagai pembaca lainnya memiliki pemikiran yang berbeda.


Penilaian & Kesimpulan

Untuk kisah yang sederhana, renyah, memukau dan penuh makna, saya akan memberikan nilai 4.7 untuk novel Sang Alkemis. Jika anda sedang berada dalam dilemma untuk menentukan masa depan anda, maka cara terbaik adalah untuk beristirahat sejenak, mendinginkan kepala sambil membaca Sang Alkemis. Gaya bercerita yang memukai membuat anda akan merasa seperti sedang mendengar dongeng dari seorang pendongeng yang hebat. Saya rasa, semua orang harus membaca novel ini setidaknya sekali seumur hidup. Terutama mereka yang berada pada rentang usia 20-40 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *