Cara untuk Memulai Sesuatu

Mulai Saja! Meskipun tak Seberapa, Nantinya akan Jadi Biasa

Salah satu kendala terbesar dalam memulai sebuah usaha terkadang bukan tentang bagaimana kita bertahan, berjuang melawan kemalasan dan terus konsisten untuk menjalankan. Justru, kendala tersebut muncul dari hal paling mendasar. Ialah memulai, mengambil satu langkah kecil untuk menapak jalan.

Contoh nyata dalam keseharian saya adalah ketika saya mulai membaca, menulis, atau bahkan memulai sesuatu yang lebih besar dari itu. Saya ingat ketika saya masih begitu terbebani ketika melihat sebuah novel tebal lebih dari 500 halaman. Atau merasa begitu mual ketika harus mengedit tulisan sendiri yang sungguh, tidak layak rasanya disuguhkan untuk para pembaca.

Tapi di sinilah saya sekarang. Begitu menikmati setiap kata yang diproses oleh otak melalui sepasang mata yang tak hentinya jelalatan, pada setiap lembar novel, biografi, bahkan buku teks dengan minimal ketebalan 5 sentimeter. Di sinilah saya sekarang, menghabiskan seharian penuh untuk terus memperbaiki tulisan demi sampai kepada tangan pembaca yang budiman.

Beberapa teman bertanya mengapa saya bisa bertahan, penasaran apakah saya tidak bosan. Tapi sungguh, saya tidak setekun apa yang orang bayangkan. Karena terkadang, membaca ataupun menulis bagi saya telah sampai pada pengertian bahwa itu merupakan sebuah bentuk hiburan, semata-mata pelarian. Tidak lebih dari itu. Tapi berpikir tetaplah berpikir. Tidak mungkin saya membaca tanpa meresapi artinya, makna yang ingin coba disampaikannya, serta pesan-pesan lain yang mungkin diselipkan sang penulis teruntuk orang-orang yang jeli melihat setiap cela.

Ada masa dimana apa yang kita kira menjenuhkan, berubah menjadi sebuah kesenangan. Hal tersebut hanya mampu diwujudkan melalui ketekutan yang tumbuh dari langkah sederhana, yaitu dengan memulainya.

Terkadang kita akan mendapati langkah berat ketika melihat beban apa yang menanti di depan sama. Otot-otot kita kebas sementara mata kita menerawang jalan yang seolah tiada ujungnya. Semangat kita surut bahkan sebelum kobaran api dalam diri sempat memberikan dampak terhadap upaya kita. Membuat kita lebih banyak bergeming, diam dan tak berarti.

Namun itu adalah hidup yang kau pilih. Hidup yang kita pilih. Hidup yang saya pilih. Ada banyak keresahan di setiap langkah yang kita ayunkan. Ada banyak rintangan yang menghadang kita untuk mencapai tujuan menuju kemuliaan. Ada banyak kesempatan untuk sekedar menengok kebelakang, mempertanyakan tujuan, serta mulai meragukan tatkala kegagalan demi kegagalan selalu menghantui kala kita bejalan meniti setapak panjang nan melelahkan.

Tapi itulah perjuangan. Sebagaimana saya mulai memperjuangkan Kreta Amura. Kala saya menulis tulisan ini, Kreta Amura bukanlah apa-apa. Tapi saya memiliki harapan di masa depan, gairah yang harus terus dipertahankan, serta tujuan mulia untuk di wujudkan. Tentunya ada sedikit keresahan, kegelisahan, serta keraguan yang sesekali berkelebat pada pikiran. Tapi saya percaya pada diri sendiri, saya percaya kepada Kreta Amura.

Inilai permulaannya, tempat saya mengambil langkah pertamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *